Catatan

Tunjukkan catatan dari Disember, 2018

Renungan Petang Selasa, 01 Januari 2019

Imej
Renungan Petang Selasa, 01 Januari 2019 Iman dan Kuasa Doa Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Yudas 1:20 Rujuk : Markus 11:20-26 Fakta bahawa Yesus mengutuk pohon ara memberi kesan bagi para murid-Nya, khususnya Petrus. Kelihatannya Petrus takjub sekaligus "rasa ingin tahu" dengan kuasa yang keluar dari mulut Yesus (20-21). Yang menariknya, Yesus tidak menjawab pernyataan Petrus, melainkan mengalihkan topik pembicaraan tentang iman dan kuasa doa. Mengapa Yesus sengaja menghindar menjawab pertanyaan Petrus? Jawaban Yesus kepada Petrus sangat diplomatis. Sebenarnya, pernyataan Petrus dan jawaban Yesus tidak berkaitan dengan satu sama yang lain. Petrus bertanya tentang satu hal, sedangkan Yesus menjawab hal yang lain. Yesus sengaja kerana Dia tidak ingin para murid terfokus kepada pohon ara (benda lain). Yesus ingin fokus perhatian mereka tertuju kepada dir...

Renungan Tahun Baru Selasa, 01 Januari 2019

Imej
Renungan Tahun Baru Selasa, 01 Januari 2019 Tahun Baru, Menyahut Panggilan Tuhan Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Filipi 3:13-14) Tahun yang baru biasanya dimulai dengan sebuah keputusan. Setiap orang mempunyai sasaran hidupnya sendiri. Tentunya di tahun yang baru ada harapan yang baru untuk kehidupan lebih baik lagi. Ada tujuan-tujuan mulia yang ingin dicapai supaya hidup lebih bermakna. Lalu bagaimana dengan kita sebagai orang percaya? Seringkali di awal tahun kita membuat sebuah keputusan yang baru, sebuah tujuan yang baik. Namun sudahkah tujuan tersebut berfokus kepada Kristus atau hanya berpusat kepada diri sendiri? Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus mengungkapkan bahawa dia berlari-...

Renungan Pagi Isnin, 31 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Isnin, 31 Disember 2018 Penyelamat Kehidupan Manusia Namun Engkau, ya Allah adalah Rajaku dari zaman purbakala, yang melakukan penyelamatan di atas bumi. Mazmur 74:12 Rujuk : Mazmur 60 Di awal pemerintahan, Daud dan angkatan tenteranya secara terus-menerus meraihi kemenangan ke atas Filistin, Aram, Moab, Suriah, Edom, Amon, dan Amalek (2; bdk. 2Sam. 8:1-8, 10:1-19; 1Taw. 18:11-13). Namun kemenangan itu tidak berkekalan. Daud dan rakyatnya ditewaskan oleh Allah sendiri di hadapan para musuhnya. Hal ini jelas kelihatan dari ungkapan pemazmur melalui kata "membuang, menggoncangkan, menembus pertahanan, mengalami penderitaan, memberi minum anggur, dan sebagainya" (3-5). Melalui kata-kata tersebut, kita dapat melihat betapa hebatnya ratapan pemazmur yang meminta pertolongan Allah. Apa yang menjadi penyebab kekalahan bangsa Israel? Di sini, tidak dijelaskan begitu terperinci dosa yang telah dilakukan oleh Daud dan rakyatnya sehingga Allah begitu murka...

Renungan Pagi Ahad, 30 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Ahad, 30 Disember 2018 Apabila Manusia Cuba Menentang Tuhan Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak. Matius 12:32 Rujukan : Markus 11:27-33 Berkali-kali para ahli tertinggi agama Yahudi ingin menjerumuskan dan menjatuhkan kewibaan Yesus. Namun semuanya itu dapat dipatahkan oleh Yesus dengan hikmat Allah. Lihatlah di muka bumi ini, sebahagian manusia ingin menentang Tuhan dengan cara yang sangat halus sehingga sesama manusia hampir-hampir tidak mampu melihatnya sebagai satu penentangan akan kebenaran Tuhan. Debat kali ini di antara para ahli agama Yahudi dengan Yesus mengenai soal kuasa. Perdebatan mereka dilakukan di muka umum, bertempat di halaman Bait Allah (27). Tempat itu mereka guna untuk menjatuhkan atau menjerumuskan Yesus dan para saksinya, iaitu orang-orang awam yang ada di sekitar Bait Allah....

Renungan Pagi Sabat, 29 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Sabat, 29 Disember 2018 Penyembuhan Secara Berperingkat Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. Markus 8:25 Rujuk : Markus 8:22-26 Ramai orang memilih proses yang segera untuk mendapatkan segala sesuatu. Ini termasuklah dalam hal penyembuhan. Jika boleh, saat ini juga penyakit kita dapat disembuhkan. Orang yang memberi kesembuhan pula kadang-kadang suka menunjuk-nunjuk dengan kebolehannya dihadapan umum. Dan sudah tentunya ramai dari mereka menginginkan keuntungan yang lebih dari si pesakit. Bagaimana dengan kisah Yesus? Yesus melalui kawasan Bethsaida. Masyarakat tempat itu hanya ingin melihat mukjizat, namun tidak mahu percaya kepada Yesus. Ada seorang buta dibawa kepada Yesus. Beberapa rakannya berharap dia akan dijamah dan disembuhkan oleh Yesus (22). Tidak ada petunjuk bahawa orang buta itu percaya kepada Yesus dan kuasa-Nya. Ol...

Renungan Pagi Jumaat, 28 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Jumaat, 28 Disember 2018 Yang Berhormat Merendahkan Diri "Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga." Matius 18:4 Rujuk : Markus 9:30-37 Ramai orang yang mengimpikan posisi utama atau pangkat besar dari orang lain. Tanpa disedari, sering kali hal ini dianggap sebagai kesempatan untuk memegahkan diri. Dengan posisi itu, kita dapat memerintah dan mengatur orang lain. Yesus terus berjalan beredar dari daerah Galilea (30) kerana sedang mempersiapkan murid-murid-Nya memasuki masa penderitaan-Nya. Ketika membicarakan penderitaan-Nya, mereka tidak memahami namun segan untuk bertanya kepada- Nya (31-32). Sikap seperti ini menunjukkan ketidakpekaan, keegoan dan tidak memikirkan apa yang akan terjadi kepada Yesus. Apa yang berlaku adalah mereka bertengkar tentang siapa yang terbesar di antara mereka (33-34). Setibanya di Kapernaum, Yesus secara peribadi menanyakan apa yang sedang m...

Renungan Pagi Khamis, 27 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Khamis, 27 Disember 2018 Anak Kecil Empunya Kerajaan Syurga lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Matius 18:3 Rujuk : Markus 10:1-16 Ada orang yang merasa dirinya berhikmat, namun perbuatannya tidak terpuji. Ada pula orang yang tidak berpengetahuan tinggi tetapi perbuatannya baik. Orang-orang Farisi ingin mencari-cari kesalahan Yesus. Mereka mengikut dan mempertanyakan pendapat-Nya tentang perceraian. Mereka sudah tahu bahawa Tuhan melarang perceraian. Tetapi mereka berusaha membenarkan diri dengan merujuk pada kisah Musa yang memberikan surat cerai (1-5). Yesus menegaskan kembali hukum perkhawinan, larangan perceraian, dan perkhawinan kembali sebagaimana yang tertulis dalam kitab Musa (8-12). Di sini kelihatan orang-orang Farisi yang menghafal Firman sudah melakukan beberapa kesalahan, iaitu mereka memiliki niat jahat terhadap Ye...

Renungan Pagi Rabu, 26 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Rabu, 26 Disember 2018 Yesus Sanggup Melakukannya "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Ayub 42:2 Rujuk :  Markus 9:14-29 Ada benda di dalam kehidupan ini yang tidak dapat dilakukan oleh setiap orang kerana kekuatan fizikal terhad, pemahaman yang sempit, faktor usia, penyakit dan sebagainya. Berbeza halnya dalam kisah Yesus dan para murid. Ikuti kisah mereka: Murid- murid sudah diberi kuasa oleh Yesus untuk mengusir setan dan roh jahat. Yesus sering memberikan contoh pelayanan seperti itu. Dalam praktiknya, tanpa kehadiran Yesus mereka tidak dapat melakukan pengusiran roh jahat itu (18). Oleh itulah berlaku masalah yang mengejutkan dan menimbulkan pertanyaan Yesus dan ketiga-tiga murid yang kembali dari gunung (14-16). Ada seorang anak yang dirasuki roh jahat dengan keadaan yang sangat parah sehingga bisu dan kejang-kejang (17-18). Yesus menegur murid-murid-Nya yang tidak dapat melakukan pengu...

Renungan Pagi Selasa, 25 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Selasa, 25 Disember 2018 Belas Kasihan Yang Cukup Sempurna Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Matius 9:36 Rujuk : Markus 8:1-10 Yesus cukup prihatin kepada orang-orang yang dianggap rendah oleh para Farisi dan ahli Taurat. Selama tiga hari, mereka terus mengikuti Yesus. Mereka mendengarkan pengajaran-Nya dan menyaksikan perbuatan-Nya yang ajaib. Yesus melihat kesungguhan mereka dan berbelas kasihan. Dia ingin memberikan keperluan secsra jasmani yang mereka perlukan saat ini (1-3). Ketika Yesus meminta para murid-Nya menyediakan makanan, mereka malahan berdebat dengan Yesus tempat yang terhad dan kemampuan mereka (4). Yesus memberitahu apa yang mereka miliki saat itu, iaitu, tujuh roti dan beberapa ikan (5, 7). Dengan apa yang tersedia, Yesus mengucapkan syukur, memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada murid- murid-Nya untuk dibahagikan...

Renungan Pagi Isnin, 24 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Isnin, 24 Disember 2018 Belum Memahami Sepenuhnya Orang yang jahat tidak mengerti keadilan, tetapi orang yang mencari TUHAN mengerti segala sesuatu. Amsal 28:5 Rujuk : Markus 8:11-21 Biasanya seseorang dapat memahami jika dia sudah melihat, mendengar, dan melakukan sesuatu, kecuali dia menolak untuk mempertahankan pendapatnya. Dalam kisah ini, ada 2 kelompok yang "belum memahami" tentang Yesus. Yang pertama, orang Farisi. Mereka sengaja datang untuk menguji Yesus. Mereka datang bukan untuk melihat kuasa-Nya melalui "tanda dari sorga", melainkan mencari kelemahan-Nya untuk menjatuhkan-Nya (11). Hal ini membuat Yesus bersedih hati atas kemarahan dan kekerasan hati mereka menolak percaya kepada-Nya (12). Yang kedua, para murid Yesus. Lalu Yesus pergi bersama murid-murid-Nya ke seberang (13). Yesus memberi peringatan kepada mereka tentang bahaya pengajaran orang-orang Farisi dan Herodes yang baru mereka temui. Orang Farisi dapat mengatakan...

Renungan Pagi Sabat, 22 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Sabat, 22 Disember 2018 Rendah Hati Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali! Mazmur 69:32 (69-33)  Rujuk : Markus 7:24-30 Ketika seseorang itu memerlukan bantuan mendesak, adalah yang terbaik datang dengan kerendahan hati di hadapan orang yang akan membantunya. Kisah berikut ini mengajarkan lebih dari itu. Pertama kali kita diajak melihat kerendahan hati Yesus yang beredar ke daerah terpencil di sempadan Tirus dan Sidon. Dia tidak masuk ke sinagoge atau bait suci, tetapi ke sebuah rumah (24). Bagaimanapun berita tentang Yesus dan mukjizat yang dilakukan-Nya telah tersebar hingga ke tempat itu. Di sana, seorang perempuan Yunani datang tersungkur di depan kaki-Nya (25). Anaknya kerasukan roh jahat dan dia yakin Yesus dapat membebaskannya. Iman perempuan ini sudah kelihatan dari sikap dan usahanya menemui Yesus (26). Yesus tidak langsung menolongnya, malah mengujinya dengan ung...

Renungan Pagi Jumaat, 21 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Jumaat, 21 Disember 2018 Tradisi Dan Kerohanian Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. Markus 7:9 Rujuk : Markus 7:1-23 Orang-orang Yahudi sangat meninggikan tradisi. Tradisi ini mereka campuradukkan dengan kerohanian. Mereka sudah tidak dapat membezakan yang mana lebih berkuasa. Ketika melihat para murid Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan, mereka menganggap hal itu najis. Hal ini berbeza dengan kebiasaan mereka yang selalu melakukan pembersihan secara lahiriah. Sebenarnya, ada motif tersirat disebalik kedatangan mereka dari Yerusalem ke tempat Yesus. Mereka datang untuk mencari kesalahan Yesus (1-5). Oleh itu, Yesus dengan tegas menegur mereka. Demi kemunafikan, mereka rela mengabaikan perintah Allah (6-8). Selain itu, orang Yahudi juga mengabaikan penjagaan terhadap orangtua. Mereka berfikir kalau sudah mempersembahkan korban kepada Allah, maka...

Renungan Pagi Khamis, 20 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Khamis, 20 Disember 2018 Tuhan Sedang Melihatmu, Tenanglah! Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu. Mazmur 116:7  Rujuk : Markus 6:45-56 Ketika berhadapan dengan masalah, biasanya kita kurang menyedari situasi yang sebenarnya. Fikiran kita tak menentu sehingga gagal membuat keputusan dengan baik. Hal ini terjadi kerana rasa takut yang ada di dalam diri kita, yang jauh lebih besar dari masalah yang sedang dihadapi. Yesus mengambil waktu untuk berdoa di bukit (46). Sementara Yesus menyuruh murid-murid untuk pulang (47). Waktu itu masih jam 6 petang dan hari belum gelap. Yesus dapat melihat dari darat betapa mereka yang sebelumnya kepenatan dalam pelayanan, sekarang terseksa kerana terpaksa bersusah payah mendayung melawan angin (48). Apakah Yesus sengaja membiarkan mereka? Atau Dia sibuk mengatur masa bersendirian dengan Bapa? Yesus datang setelah 9 jam dan melihat keadaan para murid yang sedang kepenatan. Mereka begitu...

Renungan Pagi Rabu, 19 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Rabu, 19 Disember 2018 Mendengar Tetapi Tidak Melakukan Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Matius 7:26 Rujuk : Markus 6:14-29 Ketika Herodes mendengar pendapat orang-orang tentang Yesus, yang kemungkinan adalah nabi Elia, maka dia teringat akan Yohanes Pembaptis yang telah dipenggal (14-16, 27-28). Herodes begitu senang mendengar pengajaran Yohanes Pembaptis. Walau seolah-olah dia kelihatan mengikuti ajarannya, namun sebenarnya dia tidak bersungguh-sungguh (20). Hal ini terbukti ketika Yohanes menegur dosanya yang berkaitan dengan isteri barunya Herodias. Herodes sangat marah dan memenjarakan Yohanes (17-18). Walaupun Herodias ingin membunuh Yohanes tetapi Herodes masih berusaha menghalangnya (19- 20). Untuk mencapai tujuannya, Herodias memanfaatkan anaknya untuk menari di ulang tahun Herodes (21-22). Sebenarnya tindakan itu sangat memalukan. ...

Renungan Pagi Selasa, 18 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Selasa, 18 Disember 2018 Menolak Yesus "Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia." Markus 6:3 Rujuk : Markus 6:1-5 Yesus datang ke tempat Dia dibesarkan, iaitu di Nazaret. Kemana pun Dia pergi, para murid-Nya selalu ada bersama- Nya (1). Yang menarik adalah setiap datang ke suatu tempat, Yesus akan berbicara di khalayak orang ramai. Tetapi agak berbeza dengan Nazaret. Di sini, Yesus tidak mengajar di khalayak umum, melainkan hanya mengajar di rumah sembayang pada hari Sabat. Ketika Yesus berbicara, sebahagian besar jemaat takjub mendengar ajaran-Nya. Mereka kehairanan kerana Yesus tidak berpendidikan tinggi. Lagi pula Yesus hanyalah seorang tukang kayu yang biasa sahaja. Lalu mereka berkata, "Bagaimana Ia dapat berbicara penuh hikmat dan melakukan mukjizat?" (2). Di sini kelihatan, bagaimana ...

Renungan Pagi Isnin, 17 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Isnin, 17 Disember 2018 Iman yang Kurang Sempurna "Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna." Yakobus 2:22  Rujuk : Markus 5:25-34 Ketika seseorang yang baru mempelajari tentang Kristus, biasanya masih ada pengaruh dari keyakinan lamanya yang kelihatan dalam tindakan. Seorang wanita sudah menderita pendarahan selama 12 tahun. Kemungkinan besar dia seorang non Yahudi dan penduduk asli Kaisarea Filipi. Dia telah mencuba segala usaha untuk menyembuhkan dirinya, namun mengalami kegagalan (Luk. 8:43). Keadaannya semakin kritikal. Ketika mendengar tentang Yesus, dia yakin bahawa Yesus dapat menyembuhkannya. Kelihatannya sukar bagi dia untuk bertemu secara langsung dengan Yesus di antara kerumunan ramai orang. Berbekalkan imannya yang belum sempurna, dia percaya akan sembuh dengan hanya menjamah jubah Yesus (25-28). Belum pernah ada petunjuk bahawa jubah Yesus dapat menyembuhk...

Renungan Pagi Ahad, 16 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Ahad, 16 Disember 2018 Percayalah Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Amsal 3:5 Rujuk : Markus 5:21-24 Ketika semua usaha yang dilakukan berakhir dengan jalan buntu, maka yang muncul hanyalah keputusasaan, perasaan bimbang dan takut. Kita ikuti kisah Yesus yang didatangi oleh orang Yahudi untuk memohon pertolongan. Kemanapun Yesus pergi, Dia selalu diikuti dan dikelilingi oleh ramai orang. Kali ini seorang bernama Yairus, kepala rumah ibadat, mendatangi Yesus dengan merendahkan diri di hadapan- Nya (21-22). Hal ini cukup mengejutkan kerana biasanya para ahli kitab dan imam Yahudi biasanya meninggikan diri di hadapan Yesus. Keadaan yang dihadapinya sangat sukar sebab anaknya hampir mati. Dia yakin bahawa Yesus dapat menyelamatkan jiwa anaknya. Yesus pun mendengar permohonan orang itu (23-24). Ketika mereka dalam perjalanan, anaknya meninggal. Mungkin orang lain atau kita berfikir tidak ada gun...

Renungan Pagi Sabat, 15 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Sabat, 15 Disember 2018 Yesus Yang Peduli Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Markus 4:39  Rujuk : Markus 4:35-41 Yesus memerintahkan murid-murid untuk bertolak ke seberang danau. Peristiwa ini terjadi pada hari yang sama setelah Yesus berbicara kepada ramai orang di tepi danau di atas sebuah perahu. Mereka pasti merasa kelelahan atau kepenatan sepanjang perjalanan mereka bersama Yesus di perahu (35- 36). Mungkin mereka sedang berehat atau mulai tertidur, namun tiba-tiba taufan dan ombak mengamuk, yang dahsyat dan perahu hampir tenggelam (37). Dimanakah Yesus? Yesus sedang tertidur. Melihat kejadian itu, murid- murid berkata apakah Yesus tidak peduli jika mereka binasa? (38) Perkataan mereka kepada guru-Nya bukan berbentuk permohonan, tetapi seperti teguran yang kasar kepada-Nya. Para murid melihat apa yang ada di depan mata mereka: bencana be...

Renungan Pagi Jumaat, 14 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Jumaat, 14 Disember 2018 Disakiti Orang Terdekat Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia. Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku..." Mazmur 55:12-13 Rujuk : Mazmur 55 Ketika kita disakiti oleh orang lain, hal itu tidak begitu menyakitkan dan mudah dilupai. Tetapi berbeza pula apabila ada orang terdekat, kawan rapat, kekasih, mahupun keluarga sendiri yang menyakiti. Kita tidak tahu berapa lama kita dapat bertahan. Kita lihat bagaimana Daud dalam menyelesaikan masalah dengan orang-orang terdekatnya di dalam kisah Daud ini. Daud merasa sangat sedih, gelisah, dan menangis kerana dirinya takut dan gentar (3, 5-6). Hal ini disebabkan oleh pengkhianatan orang- orang terdekatnya (13-15), iaitu Ahitofel, penasihatnya, dan anak kesayangannya, Absalom (2 Sam. 15-17). Ahitofel memberi pelbagai petunjuk dan...

Renungan Pagi Khamis, 13 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Khamis, 13 Disember 2018 Mendengar Dan Melakukan "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Matius 7:24 Rujuk : Markus 4:1-9 Kadang-kadang untuk menjelaskan sesuatu, kita tidak dapat menggunakan penjelasan secara langsung, melainkan dengan menggunakan bahasa kiasan, ilustrasi atau perumpamaan. Kita ikuti kisah pelayanan Yesus di tepi danau. Hal ini menarik kerana jumlah orang yang mengerumuni Yesus sangat banyak. Terlalu ramai, sehingga tidak ada ruangan yang cukup untuk menampung mereka. Lalu, Yesus naik ke atas perahu mengajar mereka dengan menggunakan banyak perumpamaan. Dalam perumpamaan, Yesus menggunakan pendekatan dari kisah kehidupan manusia setiap hari untuk menjelaskan hal-hal kebenaran tentang kerajaan Surga. Ada kemungkinan juga Yesus berbicara dalam bentuk perumpamaan kerana kekerasan hati para pendengar (1-2). Dalam kisah ini, ada perumpamaan ...

Renungan Pagi Rabu, 12 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Rabu, 12 Disember 2018 Bila Anda Dalam Ketakutan... Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya..." Efesus 1:5 Rujuk : Mazmur 54 Daud dicari dan diburu oleh raja Saul. Kemudian dia bersembunyi di tempat orang Zifi, salah satu tempat di Yehuda. Daud memohon penyelamatan kepada Tuhan kerana nama-Nya, bukan untuk kebesarannya sendiri. Nama Tuhan menunjukkan kebesaran-Nya, iaitu kuasa, kebaikan dan kebenaran. Daud memohon keadilan dan pembelaan Tuhan ke atas dirinya berdasarkan keperkasaan Tuhan sendiri. (1-3) Daud memohon kepada Allah untuk mendengar atau memberikan telinga kepada seruannya (4). Ungkapan yang berulang kali ini menunjukkan keadaannya sangat tergugat, hampir dibunuh oleh mereka yang menyerangnya. Alasannya kerana orang-orang itu tidak memedulikan Allah (5). Dalam keadaan tertekan, Daud memiliki keyakinan bahawa Allah sanggup dan akan menolongnya, menyok...

Renungan Pagi Selasa, 11 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Selasa, 11 Disember 2018 Bila Anda Popular Dan Terkenal? "Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya." Yakobus 1:24 Rujuk : Markus 3:7-12 Sebahagian besar orang pada masih kini lebih suka menjadi popular atau terkenal. Mereka lebih suka dikenali dan dipuji-puji. Apa yang ada di dalam kehidupanya, jika boleh segalanya dapat diketahui umum. Pendek kata, lebih mementingkan populariti sehingga menghalalkan segala cara untuk mencapainya dan melupakan tujuan hidupnya yang sebenar. Memang populariti sangat menarik hati tetapi ingat sekaligus juga menjatuhkan. Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan Yesus. Markus membuat catatan bahawa Yesus pada masa itu begitu popular atau terkenal sehingga ramai orang mencari-Nya (7-10). Markus menyebutkan orang-orang itu berasal dari tujuh wilayah yang berbeza, iaitu Galilea, Yudea, Yerusalem, Idumea, seberang Yordan, Tirus dan Sidon (7-8). Perhatikan juga cara Markus mene...

Renungan Pagi Isnin, 10 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Isnin, 10 Disember 2018 Apakah Berlaku Kesilapan? Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit..." Matius 9:12 Rujuk : Markus 2:13-17 Tuhan tidak memanggil mereka yang sihat dan sempurna tetapi mereka yang sakit dan sederhana. Fakta ini nyata ketika Yesus memanggil murid-murid yang pertama. Demikian pula ketika Dia memanggil Lewi atau Matius. Siapakah Lewi? Dia adalah seorang pemungut cukai (13-14). Pada masa itu, pemungkut cukai dianggap setarap dengan orang-orang yang kotor dan berdosa oleh masyarakat Yahudi. Pemungut cukai juga dianggap sebagai pengkhianat bangsa karena mereka keturunan Yahudi tetapi bekerja dan menjadi antik pemerintah Roma untuk mengumpul pajak dari orang- orang Yahudi. Oleh itu, tidak hairanlah jika para pemungut cukai dibenci dan dijauhi oleh masyarakat Yahudi. Persoalannya, apakah Yesus tidak salah memanggil orang seperti ini? Tidak. Yesus pasti tahu siapa Lewi (14). Namun ...

Renungan Pagi Ahad, 09 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Ahad, 09 Disember 2018 Tidak Ada Allah Dalam Hatimu? "Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman." Amsal 14:16 Rujuk : Mazmur 53 Ateisme adalah golongan mereka yang tidak mempercayai dan menolak kehadiran Tuhan. Orang kini mengenali seorang penulis Perancis abad ke-18, bernama Baron d’Holbach sebagai salah seorang yang pertama menyebut dirinya sebagai ateis. Rupa-rupanya, ateisme sudah ada sejak lama dahulu, setidak-tidaknya sudah ada pada zaman Daud lagi. Ini dapat kita lihat dalam ayat 1 (2) renungan pada hari ini, di mana orang bebal berkata dalam hatinya "Tidak ada Allah." Daud menggambarkan orang bebal sebagai orang yang tidak mempercayai adanya Tuhan, tidak berakal budi dalam pandangan TUHAN, dan tidak mencari Allah (1-3). Oleh kerana tidak percaya adanya Tuhan, orang bebal hidup berbuat curang (2), tidak peduli dengan kebaikan (2, 4),  rosak akhlak (4), dan melakukan k...

Renungan Pagi Sabat, 08 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Sabat, 08 Disember 2018 Bersatu Hati Dalam Melayani "...sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus." Roma 15:6 Rujuk : Markus 2:1-12 Proses pelayanan yang tak sistematik ataupun bermasalah bukan kerana pelayanan itu tidak baik. Ini disebabkan oleh ketidakpedulian sesetengah orang di kalangan orang percaya, penting diri sendiri, ada keegoan dan mudah berputus asa apabila adanya cabaran atau masalah. Kita imbas kembali kisah mengenai empat orang yang membawa rakan mereka yang lumpuh dekat dengan Tuhan. Melalui contoh ini, kita dapat belajar tentang ciri dari pelayan yang memuliakan Tuhan: Pertama, mereka peduli untuk berbuat sesuatu bagi orang lain (2-3). Ketika tersiar khabar bahawa Yesus datang kembali ke Kapernaum (1), mereka segera membawa rakannya yang lumpuh itu agar Yesus menyembuhkannya. Hal ini memperlihatkan adanya kasih dalam diri mereka untuk melakukan sesuatu yang baik bagi orang ...

Renungan Pagi Jumaat, 07 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Jumaat, 07 Disember 2018 "Jika Engkau Mau..." Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." Markus 1:40 Rujuk : Markus 1:40-45 Sejak akhir-akhir ini muncul fenomena doa seperti "menagih" janji kepada Tuhan. Doa seperti ini seakan-akan "memaksa" Tuhan menurut kehendak kita. Yang lebih menyedihkan lagi, ada begitu ramai sekali orang percaya melakukan hal ini. Tetapi tidak pula dengan orang mengalami penyakit kusta yang diceritakan di dalam renungan pagi pada hari ini. Pada zaman itu, kusta adalah sejenis penyakit yang belum ada ubatnya dan melambangkan dosa serta kenajisan. Oleh itu, orang kusta harus dijauhkan dari masyarakat. Jika seseorang berjumpa dengan pesakit kusta, dia menjauhinya dan berteriak "najis, najis." Menyedari akan penyakit yang dihidapinya, orang kusta itu datang dan berlutut...

Renungan Pagi Khamis, 06 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Khamis, 06 Disember 2018 Berdoa Dan Bekerja "Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu..." 2 Tesalonika 1:11 Rujuk : Markus 1:35-39 Dalam pelayanan-Nya, Yesus memperlihatkan kerharmonian antara doa dan kerja. Yesus pasti sangat sibuk dan lelah dalam pelayanan- Nya. Sangat sibuk, sering kali Yesus dan murid-murid-Nya tidak memiliki waktu untuk beristirehat kerana terus diikuti oleh ramai orang atau ada orang yang memanggil-Nya untuk dilayani. Walaupun begitu, Yesus selalu menyediakan waktu untuk berdoa. Ketika pada waktu subuh, hari masih gelap, Yesus sudah pergi untuk berdoa di tempat sunyi (35). Doa memampukan Yesus untuk fokus pada tugas dan misi- Nya (36-37). Yesus tetap berdoa kepada Bapa sebelum melakukan pelayanan-Nya. Setelah berdoa, Yesus mengajak para murid-Nya ...

Renungan Pagi Rabu, 05 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Rabu, 05 Disember 2018 Sang Penyembuh Ajaib "Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan." Lukas 6:18 Rujuk : Markus 1:29-34 Setiap kita mempunyai masalah yang berbeza-beza. Ada masalah soal nafkah setiap hari, kos pendidikan, komunikasi atau penyakit. Mungkin ada yang merasa lelah dan putus asa kerana mengalami penyakit selama bertahun-tahun dan tidak kunjung sembuh. Dan mungkin juga ada sebahagian orang mempersalahkan Tuhan kerana merasakan tiada respon positif. Yesus menyembuhkan ramai orang pada suatu ketika dahulu walaupun hari sudah menjelang malam (32-34). Dia menyembuhkan bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan (34). Namun ada satu kisah kesembuhan yang dicatat dengan cukup terperinci dalam bahagian ini, iaitu ketika Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus yang sakit demam (30). Dengan penuh kuasa, Yesus memegang tangan wanita i...

Renungan Pagi Selasa, 04 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Selasa, 04 Disember 2018 Jangan Hanya Sekadar Percaya "Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia." Titus 3:8 Rujuk : Markus 1:21-28 Sepanjang hidup ini, kita mungkin memiliki orang-orang tertentu untuk dikagumi. Mungkin kerana kebijaksanaannya, kehebatannya, kebaikannya atau sebaliknya. Oleh kerana rasa kagum yang begitu besar, kita ingin mencari peluang untuk mengenalinya lebih dekat atau mungkin mengikut cara kehidupannya. Sesetengah orang mungkin terpengaruhi dari segi gaya dan sikap secara positif mahupun negatif seseorang. Namun, kita harus berhati-hati dengan hal ini. Kita lihat apa yang berlaku dengan mereka yang ada di Kapernaum. Dalam kisah ini disebutkan bahawa dua kali mereka takjub. Pertama, mereka takjub (terpesona) ketika mendengar pengajaran Yesus yang penuh kuas...

Renungan Pagi Isnin, 03 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Isnin, 03 Disember 2018 Menjadi Penjala Manusia Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Matius 4:19 Rujuk : Markus 1:16-20 Sekiranya kita mencari pekerja, orang yang bagaimana yang akan anda pilih? Biasanya kita memilih mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan yang setaraf, memiliki kualiti diri dan kemampuan untuk bekerja dan sebagainya. Pendek kata, orang yang mampu bekerja secara profesional dan mempunyai pengalaman. Dalam kisah hari ini, ketika Yesus memanggil murid yang pertama. Dia memanggil mereka dari latar belakang yang sederhana. Dia tidak memanggil mereka yang terkenal dan hebat. Bukan pula dari kalangan pemimpin-pemimpin agama atau tokoh masyarakat. Murid pertama-Nya hanyalah penjala ikan (16), yang kehidupannya agak sederhana. Mereka bukan orang terkenal dan bukan pula orang yang memiliki latar belakang pendidikan dan ekonomi yang tinggi. Mereka hanyalah seorang nelayan yang me...

Renungan Pagi Ahad, 02 Disember 2018

Imej
Renungan Pagi Ahad, 02 Disember 2018 Tuhan Menguatkan Anda "Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karunia Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya." Ibrani 2:4 Rujuk : Markus 1:9-15 Terdapat tiga peristiwa sebelum Yesus memulai pelayanan-Nya di dunia, iaitu pembaptisan-Nya, ujian di padang gurun, dan permulaan perkhabaran tentang diri-Nya. Bukan secara kebetulan ketiga-tiga peristiwa itu dicatat oleh Markus. Markus ingin memperlihatkan bagaimana sebelum memulai pelayanan-Nya, Allah terlebih dahulu menguatkan Yesus. Pertama, Allah menguatkan identiti Yesus melalui pembaptisan yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis (9-11). Kedua, Allah menguatkan secara mental Yesus melalui ujian di padang gurun selama empat puluh hari lamanya (12-13). Fakta ini sungguh memberi penghiburan bagi kita yang rindu dan ingin melayani. Ketika Allah memanggil kita untuk melayani-Nya, Dia bukan...