Renungan Pagi Sabat, 15 Disember 2018




Renungan Pagi
Sabat, 15 Disember 2018

Yesus Yang Peduli

Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Markus 4:39 

Rujuk : Markus 4:35-41

Yesus memerintahkan murid-murid untuk bertolak ke seberang danau. Peristiwa ini terjadi pada hari yang sama setelah Yesus berbicara kepada ramai orang di tepi danau di atas sebuah perahu. Mereka pasti merasa kelelahan atau kepenatan sepanjang perjalanan mereka bersama Yesus di perahu (35- 36). Mungkin mereka sedang berehat atau mulai tertidur, namun tiba-tiba taufan dan ombak mengamuk, yang dahsyat dan perahu hampir tenggelam (37).

Dimanakah Yesus? Yesus sedang tertidur. Melihat kejadian itu, murid- murid berkata apakah Yesus tidak peduli jika mereka binasa? (38) Perkataan mereka kepada guru-Nya bukan berbentuk permohonan, tetapi seperti teguran yang kasar kepada-Nya. Para murid melihat apa yang ada di depan mata mereka: bencana besar dan Yesus tidur. Mereka lupa kalau Yesus itu adalah Sang Pencipta. Kemudian Dia bangun dan menghardik angin dan danau itu dengan berkata, "Diam, Tenanglah"; maka angin dan danau itu menjadi teduh (39). Yesus menegur murid-murid kerana ketakutan dan tidak percaya (40-41).

Ketika Tuhan memberi tugas kepada seseorang, bukan bermakna ada jaminan kehidupan dan pelayanan seseorang aman tanpa masalah. Hal yang perlu diingatkan adalah bencana sebesar apapun tidak mampu menenggelamkan kita selama Yesus ada bersama kita. Yesus adalah Tuhan yang Mahakuasa. Kadang-kadang, Dia mengizinkan beberapa hal yang sukar untuk kita alami agar keimanan kita bertumbuh dan berakar di dalam-Nya.

Perintah untuk "diam dan tenang" bukan hanya berlaku bagi angin dan danau, tetapi juga bagi kehidupan kita. Tuhan tidak melarang kita takut, asal rasa takut tidak menguasai fikiran dan hati kita. Untuk itu, kita harus siap sedia menghadapi cabaran di masa akan datang dalam kehidupan kita. Dengan demikian, kepercayaan kita terhadap Tuhan harus dinyatakan dalam segala hal dan keadaan.

Jangan biarkan ketakutan menguasai diri kita. Diam dan tenanglah. Percayalah bahawa Tuhan peduli atas apa yang kita alami dan Dia akan melepaskan kita tepat pada waktu-Nya. Tuhan memberkati!

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Renungan Petang Khamis, 06 Februari 2020 

Renungan Petang Selasa, 15 Oktober 2019

Renungan Pagi Khamis, 06 Disember 2018