Renungan Petang Selasa, 01 Januari 2019



Renungan Petang
Selasa, 01 Januari 2019

Iman dan Kuasa Doa

Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Yudas 1:20

Rujuk : Markus 11:20-26

Fakta bahawa Yesus mengutuk pohon ara memberi kesan bagi para murid-Nya, khususnya Petrus. Kelihatannya Petrus takjub sekaligus "rasa ingin tahu" dengan kuasa yang keluar dari mulut Yesus (20-21). Yang menariknya, Yesus tidak menjawab pernyataan Petrus, melainkan mengalihkan topik pembicaraan tentang iman dan kuasa doa. Mengapa Yesus sengaja menghindar menjawab pertanyaan Petrus? Jawaban Yesus kepada Petrus sangat diplomatis.

Sebenarnya, pernyataan Petrus dan jawaban Yesus tidak berkaitan dengan satu sama yang lain. Petrus bertanya tentang satu hal, sedangkan Yesus menjawab hal yang lain. Yesus sengaja kerana Dia tidak ingin para murid terfokus kepada pohon ara (benda lain). Yesus ingin fokus perhatian mereka tertuju kepada diri Allah dan rencana-Nya. Bagi Yesus, tiada hal yang lebih penting daripada mempercayai Allah sepenuh hati tanpa ada sedikit keraguan. Barangsiapa yang mampu melakukan hal ini, ia mampu melakukan hal-hal yang ajaib (23).

Dalam hal berdoa, iman turut serta memainkan peranannya untuk mewujudkan rencana Allah dalam kehidupan umat-Nya. Menurut Yesus, kuasa doa akan timbul apabila seseorang memiliki dua hal, iaitu: Pertama, percaya bahawa dirinya telah memperolehi apa yang diinginkan (24). Maksudnya, keyakinan yang teguh dan permohonan kita harus selaras dengan kehendak Allah. Andai pun permohonan kita belum terwujud, seharusnya hal itu tidak mengurangi keyakinan kita terhadap janji Allah.

Kedua, memiliki hati bersih yang dipenuhi cinta kasih (25-26). Kerana Allah itu Mahasuci dan Mahapengasih, maka terlebih dahulu kita harus membersihkan kotoran akal budi, jiwa, dan hati. Sedikit kotoran dalam jiwa dapat menjadi penghalang besar bagi kita untuk masuk ke hadirat-Nya. Untuk bersatu dengan-Nya tanpa halangan diperlukan cinta kasih dan kemurnian. Hanya cinta kasih yang memampukan kita mengampuni orang lain, sebab diri kita tidak lebih baik dari orang lain. Doa dikabulkan sesuai dengan kasih dan kehendak Tuhan.

Tuhan memberkati!

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Renungan Petang Khamis, 06 Februari 2020 

Renungan Petang Selasa, 15 Oktober 2019

Renungan Pagi Khamis, 06 Disember 2018