Renungan Pagi Isnin, 24 Disember 2018
Renungan Pagi
Isnin, 24 Disember 2018
Belum Memahami Sepenuhnya
Orang yang jahat tidak mengerti keadilan, tetapi orang yang mencari TUHAN mengerti segala sesuatu. Amsal 28:5
Rujuk : Markus 8:11-21
Biasanya seseorang dapat memahami jika dia sudah melihat, mendengar, dan melakukan sesuatu, kecuali dia menolak untuk mempertahankan pendapatnya.
Dalam kisah ini, ada 2 kelompok yang "belum memahami" tentang Yesus. Yang pertama, orang Farisi. Mereka sengaja datang untuk menguji Yesus. Mereka datang bukan untuk melihat kuasa-Nya melalui "tanda dari sorga", melainkan mencari kelemahan-Nya untuk menjatuhkan-Nya (11). Hal ini membuat Yesus bersedih hati atas kemarahan dan kekerasan hati mereka menolak percaya kepada-Nya (12).
Yang kedua, para murid Yesus. Lalu Yesus pergi bersama murid-murid-Nya ke seberang (13). Yesus memberi peringatan kepada mereka tentang bahaya pengajaran orang-orang Farisi dan Herodes yang baru mereka temui. Orang Farisi dapat mengatakan yang benar dari pengajaran Musa, tetapi mereka mencampur-aduknya dengan tradisi Yudaisme (15). Tetapi istilah "ragi" yang Yesus sebutkan membuat para murid saling mempersalahkan di antara satu dengan yang lain kerana mereka hanya membawa 1 roti dalam perjalanan (14, 16).
Yesus menegur dengan tegas kerana mereka belum memahami (17, 21), bahkan disebut "degil hati ". Yesus menyebut mata dan telinga mereka yang telah melihat dan mendengar seharusnya memahami siapakah Yesus itu (17). Dia baru sahaja mengubah roti dan ikan dalam jumlah yang sedikit menjadi sangat banyak untuk diberikan kepada 5000 dan 4000 orang, bahkan masih banyak lagi bakinya (18-20).
Tuhan mengetahui isi hati manusia. Tiada hal apapun yang tertutup bagi-Nya. Tuhan sedih ketika kita memilih untuk mengeraskan hati walaupun sudah ramai yang mendengar Firman. Orang-orang yang lebih lama mengenali dan melayani bersama Yesus belum tentu memiliki iman dan pemahaman yang lebih benar akan Tuhan. Karya Tuhan di masa lalu dalam kehidupan kita bertujuan untuk meletakkan dasar iman yang teguh.
Ingatlah karya Tuhan yang telah dilalui di masa lampau. Berhati-hatilah akan pengajaran yang tidak berasal dari Tuhan. Jangan keraskan hati untuk percaya kepada-Nya. Tuhan memberkati!

Ulasan
Catat Ulasan