Renungan Pagi Jumaat, 28 Disember 2018



Renungan Pagi
Jumaat, 28 Disember 2018

Yang Berhormat Merendahkan Diri

"Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga." Matius 18:4

Rujuk : Markus 9:30-37

Ramai orang yang mengimpikan posisi utama atau pangkat besar dari orang lain. Tanpa disedari, sering kali hal ini dianggap sebagai kesempatan untuk memegahkan diri. Dengan posisi itu, kita dapat memerintah dan mengatur orang lain.

Yesus terus berjalan beredar dari daerah Galilea (30) kerana sedang mempersiapkan murid-murid-Nya memasuki masa penderitaan-Nya. Ketika membicarakan penderitaan-Nya, mereka tidak memahami namun segan untuk bertanya kepada- Nya (31-32). Sikap seperti ini menunjukkan ketidakpekaan, keegoan dan tidak memikirkan apa yang akan terjadi kepada Yesus. Apa yang berlaku adalah mereka bertengkar tentang siapa yang terbesar di antara mereka (33-34).

Setibanya di Kapernaum, Yesus secara peribadi menanyakan apa yang sedang mereka perdebatkan. Mereka hanya berdiam diri. Tabiat ini memperlihatkan sikap seseorang melakukan kesalahan tetapi enggan mengakuinya. Sikap yang berdiam diri juga menunjukkan kekerasan hati mereka. Yesus menuntut kejujuran mereka. Setelah itu, Yesus menjelaskan maksud menjadi terbesar dengan cara merendahkan diri dan melayani semua orang (35). Lalu Yesus memberi contoh dengan mengambil seorang anak kecil dan memeluknya sebagai suatu cara menyambut Tuhan Yesus dan Allah Bapa (36-37).

Tuhan Yesus sedang mempersiapkan diri menghadapi penderitaan sehingga kematian yang sangat mengerikan. Seharusnya orang-orang di pangkuannya, iaitu murid-murid yang seharusnya menguatkan-Nya, setidak-tidaknya memahami situasi-Nya. Tetapi orang-orang yang paling dekat dengan  Yesus sedang sibuk mencari kebesaran peribadi. Konsep kebesaran dan kepemimpinan yang Tuhan inginkan bukan bersifat ingin menguasai atau dikenali  Orang percaya seharusnya mencontohi kepemimpinan Yesus dan bukan seperti dunia.

Jangan malu mengakui kesalahan. Tak kira anda berpangkat besar atau tidak. Kejujuran merupakan sikap seorang pemimpin yang dapat dipercayai. Selain itu, seorang pemimpin harus merendahkan diri dan melayani sesiapa sahaja, bahkan anak kecil yang kelihatan tidak berdaya. Sikap ini sangat diperlukan dalam persatuan orang percaya. Tuhan memberkati!

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Renungan Petang Khamis, 06 Februari 2020 

Renungan Petang Selasa, 15 Oktober 2019

Renungan Pagi Khamis, 06 Disember 2018