Renungan Pagi Isnin, 31 Disember 2018



Renungan Pagi
Isnin, 31 Disember 2018

Penyelamat Kehidupan Manusia

Namun Engkau, ya Allah adalah Rajaku dari zaman purbakala, yang melakukan penyelamatan di atas bumi. Mazmur 74:12

Rujuk : Mazmur 60

Di awal pemerintahan, Daud dan angkatan tenteranya secara terus-menerus meraihi kemenangan ke atas Filistin, Aram, Moab, Suriah, Edom, Amon, dan Amalek (2; bdk. 2Sam. 8:1-8, 10:1-19; 1Taw. 18:11-13). Namun kemenangan itu tidak berkekalan.

Daud dan rakyatnya ditewaskan oleh Allah sendiri di hadapan para musuhnya. Hal ini jelas kelihatan dari ungkapan pemazmur melalui kata "membuang, menggoncangkan, menembus pertahanan, mengalami penderitaan, memberi minum anggur, dan sebagainya" (3-5). Melalui kata-kata tersebut, kita dapat melihat betapa hebatnya ratapan pemazmur yang meminta pertolongan Allah.

Apa yang menjadi penyebab kekalahan bangsa Israel? Di sini, tidak dijelaskan begitu terperinci dosa yang telah dilakukan oleh Daud dan rakyatnya sehingga Allah begitu murka ke atas mereka. Tetapi satu hal yang pasti, perbuatan dan perilaku mereka sudah melampaui batas dan menyinggung martabat Allah. Akibatnya, Allah memakai para musuh Israel menggempur umat-Nya (11-12). Serangan yang begitu hebat diungkapkan seperti "bumi goyang dan minum anggur yang memusingkan" (4b, 5).

Hukuman Allah menunjukkan bahawa segala sesuatu yang ada di dunia adalah milik-Nya dan berada di bawah kaki-Nya (8-10). Kemenangan mereka juga diberikan oleh Allah. Mendengarkan jawaban dari Allah, pemazmur merendahkan dirinya. Pemazmur menyedari bahawa Allah adalah penyelamat yang tepat (6-7). Tanpa kehadiran-Nya, Israel hanyalah kesia-siaan. Dalam permohonannya, pemazmur meminta Allah mengampuni dosa bangsanya dan kembali menyertai umat- Nya (13-14).

Tiada persoalan yang tidak dapat diatasi apabila kita datang di hadapan-Nya. Dialah penyelamat bagi kehidupan manusia. Tuhan memberkati!

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Renungan Petang Khamis, 06 Februari 2020 

Renungan Petang Selasa, 15 Oktober 2019

Renungan Pagi Khamis, 06 Disember 2018