Renungan Petang Sabtu, 12 Oktober 2019
Renungan Petang
Sabtu, 12 Oktober 2019
Belajar Dari Pengalaman
Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak. Daniel 4:37
Rujukan : Daniel 4:28-37
Ada ungkapan yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Maksudnya, segala peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, entah baik atau buruk, semuanya itu dapat dijadikan pelajaran. Dengan belajar dari pengalaman, seseorang akan memperolehi prinsip kebijaksanaan. Orang yang bijak mampu melakukan semua hal dengan fikiran yang jernih dan hati yang tenang. Dengan demikian, kehidupannya boleh menjadi berkat bagi orang lain.
Beberapa kali Allah memberikan teguran kepada Nebukadnezar melalui tanda, iaitu mimpi. Kenyataannya, dia berkali-kali mengabaikan penyataan Allah yang disampaikan melalui Daniel. Dia sama sekali tidak ingin belajar dari pengalaman masa lampau. Kerana itulah, nubuatan Allah ke atas Nebukadnezar harus terjadi (28). Hal itu nampak jelas ketika Nebukadnezar berjalan-jalan di atas istananya dan dia bangga di atas segala prestasinya dengan menjadikan kerajaan Babel sebagai negara terkuat. Dia mengatakan semuanya itu merupakan hasil usahanya (29-30).
Ungkapan itu memperlihatkan kesombongan Raja Nebukadnezar. Seketika itu pula Allah menjatuhkan hukuman ke atas raja Babel dengan cara merendahkan dirinya diusir dari sesamanya dan menjadikannya sama seperti binatang. Di sini, mimpi Nebukadnezar menjadi kenyataan (31-33). Setelah genap tujuh tahun Nebukadnezar menjalani hukumannya, Allah mengembalikan akal budinya. Saat martabatnya sebagai manusia dipulihkan Allah, maka hal pertama yang dilakukan Nebukadnezar adalah memuji kebesaran dan kemahakuasaan Allah Israel (34-35). Pada detik inilah dia menyedari bahawa Allah membenci orang yang sombong (37).
Dalam kehidupan ini, ada banyak hal yang boleh membuat manusia menjadi sombong. Namun, kesombongan itu akan membawa seseorang menuju ke jalan kehancuran. Oleh itu, marilah kita belajar untuk rendah hati dan membentuk diri di hadapan Tuhan. Jangan sampai jalan hidup kita mengalami peristiwa nahas seperti Nebukadnezar.
Tuhan memberkati!

Ulasan
Catat Ulasan