Renungan Petang Khamis, 17 Oktober 2019
Renungan Petang
Khamis, 17 Oktober 2019
Dikuatkan Oleh Kasih
...dan berkata: "Hai engkau yang dikasihi, janganlah takut, sejahteralah engkau, jadilah kuat, ya, jadilah kuat!" Sementara ia berbicara dengan aku, aku merasa kuat lagi dan berkata: "Berbicaralah kiranya tuanku, sebab engkau telah memberikan aku kekuatan." Daniel 10:19
Rujukan : Daniel 10:15-11:1
Pengalaman dikasihi dan dicintai merupakan pengalaman yang berharga dan indah. Ketika seseorang merasa dirinya dikasihi dan dicintai, dalam dirinya akan timbul kegembiraan, rasa dihargai, kekuatan dan sebagainya. Dia merasa hidupnya menjadi bermakna, baik bagi dirinya mahupun orang lain.
Daniel berbahagia ketika dia mendengar dirinya dikasihi oleh Allah. Ucapan itu memberikannya kekuatan kerana hidupnya berharga di mata Allah. Berbeza halnya ketika dia mengetahui bagaimana nasib akhir dari bangsanya pada akhir zaman. Daniel hanya mampu tertunduk mukanya ke tanah dan lidahnya menjadi kelu terkejut atau ketakutan (15). Lalu lembaga yang menyerupai manusia datang kepada Daniel dan menyentuh bibirnya agar dia dapat berbicara (16).
Setelah berbicara, Daniel mengungkapkan alasan mengapa dia menjadi kelu. Melalui mentalnya, dia merasa terpukul saat mengetahui makna dari penglihatan itu yang akan terjadi pada masa depan (16). Selain itu, penglihatan tersebut banyak menguras tenaga Daniel sampai dia sukar untuk bernafas (17).
Lembaga yang menyerupai manusia itulah yang memulihkan Daniel. Dia juga memberi semangat kepada Daniel supaya tidak cepat putus harapan (19). Kata-kata bahawa dirinya dikasihi Allah merupakan ubat mujarab yang mampu menguatkan hati dan menyegarkan fikirannya. Sebab, Allah yang mengasihinya adalah Peribadi yang turut serta dalam pergumulannya.
Buktinya, lembaga yang menyerupai manusia itu ingin berperang dengan bangsa Persia (20). Allah berpihak kepada Daniel dan umat-Nya pasti terjadi karena Dia selalu menepati janji-Nya yang tertulis dalam Kitab Kebenaran (21).
Allah bukan hanya mengasihi Daniel tetapi juga kepada mereka yang lain, yang ingin hidup benar di hadapan-Nya. Kasih Allah yang dinyatakan kepada kita bukanlah sekadar janji kosong, melainkan tindakan yang nyata. Dia membela, meneguhkan dan menguatkan yang lemah dan tertindas.
Oleh itu, sudah sepatutnya kita mengejar kehidupan yang takut akan Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi. Dengan cara itu, kita menjadi tangan Allah untuk menghadirkan terang-Nya bagi semua orang.
Tuhan memberkati!

Ulasan
Catat Ulasan