Renungan Petang Rabu, 17 Julai 2019



Renungan Petang
Rabu, 17 Julai 2019

Jangan Mengeraskan Hati

"...janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun.." Ibrani 3:8

Rujukan : Matius 26:17-35

Pada hari pertama Hari Raya Roti Tidak Beragi, Yesus mengutus para murid pergi ke Yerusalem untuk mempersiapkan perjamuan Paskah (17-19). Dalam ruang perjamuan itu, Yesus bercerita tentang salah seorang dari murid-Nya akan mengkhianati (20-21). Para murid Yesus kelihatan bingung, tertanya-tanya, dan saling mencurigai di antara satu sama lain (22). Lalu, Yesus menceritakan ciri-viri identiti Si Pengkhianat itu (23).

Sambil memastikan tentang sesuatu yang memang harus dihadapi Yesus (lih. Yes 42-53), dia juga menyatakan kutukan bagi orang yang mengkhianati-Nya (24). Pertanyaan Yudas yang munafik dan jawaban Yesus sebenarnya telah menunjukkan bahawa Yudaslah Si Pengkhianat itu (25).

Dalam Perjamuan itu, Yesus menjelaskan sesuatu kisah yang terakhir dan menjadi pengakhiran iaitu, Dia tidak akan mengambil bahagian lagi di dalam Perjamuan Paskah ini sampai kedatangan-Nya yang kedua kalinya (26-29; lih. Yoh. 13:30). Setelah Perjamuan itu diakhiri dengan pujian, berangkatlah Yesus ke Bukit Zaitun (30).

Berkenaan dengan peringatan, pesanan dan janji Yesus kepada para murid (31-32), dengan gegabahnya Petrus berani memastikan bahawa imannya tidak akan goncang (33). Yesus memberi peringatan kepada Petrus dengan tegas bahawa kesombongannya akan mengakibatkan kebinasaan (34). Pernyataan Yesus malah membuat Petrus bersumpah bahawa dia rela mati daripada harus menyangkal imannya (35).

Jawaban Yesus kepada Yudas sebetulnya sebuah peringatan. Namun, Yudas berkeras untuk memilih jalannya sendiri. Sekalipun mereka belum memahami, Yesus juga mahu memberi peringatan, menasihati dan menjanjikan sesuatu untuk kebaikan para murid. Namun para murid-Nya belum sanggup memahami pernyataan Yesus.

Tuhan dapat mengingatkan kita melalui Alkitab, khotbah, atau orang beriman yang lain agar kita tidak terjerumus di dalam dosa. Oleh  itu, jangan keraskan hati. Terimalah peringatan Allah. Ambillah waktu dan akuilah segala kesalahan kita. Dengan demikian, Allah yang penuh rahmat akan mengampuni kita (1Yoh. 1:9). Tuhan memberkati!


Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Renungan Petang Khamis, 06 Februari 2020 

Renungan Petang Selasa, 15 Oktober 2019

Renungan Pagi Khamis, 06 Disember 2018