Renungan Petang Khamis, 03 Disember 2019
Renungan Petang
Khamis, 03 Disember 2019
Pohon Yang Tidak Berbuah
Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Matius 7:19
Rujuk : Markus 11:12-14
Peristiwa Yesus mengutuki pohon ara adalah bukan tabiatNya secara lazim. Yesus dikenali sebagai orang yang berbelas kasihan, bijaksana, sopan-santun, dan penyabar, namun kali ini kelihatan "beremosi". Dia marah kerana Dia tidak mendapatkan buah ara untuk mengisi perutnya yang lapar (12, 14). Apakah tindakan Yesus itu dapat dibenarkan? Apakah Yesus tahu bahawa pada masa itu bukan masa pohon ara berbuah? Penulis Injil Markus dengan jelas mencatatkan bahawa pada masa itu adalah bukan musim buah ara (13). Dengan kata lain, pohon ara belum sampai masanya untuk berbuah.
Memang benar bahawa pohon ara mulai bersemi daunnya di bulan Mac dan akan menghasilkan buah yang matang di bulan Jun. Adalah hal yang wajar apabila Yesus tidak menemukan buah untuk memenuhi rasa laparnya. Mari kita belajar dari tindakan Yesus mengutuk pohon ara tersebut. Pohon ara itu penuh dengan daun hijau yang lebat namun tidak berbuah. Yesus berharap dirinya menemukan buah ara untuk dimakan. Namun apa yang ditemukanNya hanyalah kekecewaan, sebab penampilan daun hijau yang lebat dan subur hanyalah palsu belaka (13).
Persoalannya bukan terletak pada waktu atau musim berbuah, melainkan keadaan fizikal pohon ara itu, apakah pohon itu produktif atau tidak. Penulis Injil Markus mencatatkan bahawa "Yesus mendekati pohon itu" (13). Maksudnya, Yesus bukan hanya sekadar mendekatinya tetapi dengan teliti melihat dan mencari buah ara. Jangankan buahnya, kuntum buah yang kecil pun tidak ada. Ini bermakna, pohon ara ini gagal menjadi tanaman produktif, sebab tidak bermanfaat bagi orang lain. Jika demikian, apa gunanya untuk dipertahankan selain dikutuk (14).
Pohon ara yang tidak berbuah sama dengan kehidupan bangsa Yahudi yang tidak menghasilkan buah keselamatan. Mereka memiliki kebenaran Allah, tetapi hidup mereka tidak takut akan Allah. Kehidupan mereka penuh dengan kejahatan, kebebalan, dan kefasikan. Jika sudah demikian, yang ada hanyalah dimusnahkan (lihat. Mrk. 13:1-2).
Apakah hidup kita sudah berbuah bagi Allah? Jika belum, fikirkanlah dengan serius renungan petang ini. Tuhan memberkati!

Ulasan
Catat Ulasan