Renungan Petang Jumaat, 04 Januari 2019
Renungan Petang
Jumaat, 04 Januari 2019
Salah Tafsir
Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." Yohanes 18:36
Rujuk : Markus 11:1-11
Biasanya majlis penghormatan bagi mereka Yang Terhormat dilakukan perarakan yang sangat istimewa. Belum lagi termasuk pasukan pertahanan sehingga berlapis-lapis. Kenderaan yang menjemput Yang Terhormat juga sudah dipasang dengan anti-peluru dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk keselamatan Yang Terhormat tersebut.
Berbeza dengan Yesus yang masuk ke kota Yerusalem hanya ditemani oleh para murid-Nya. Dia bukan datang dengan ratusan kuda perang dan ribuan pasukan terlatih. Dia datang dengan cara sederhana dengan menunggang seekor keledai muda yang belum pernah ditunggangi oleh siapapun (2). Keledai ini diperolehi Yesus tertambat di pinggir jalan tanpa ada pemiliknya (3-6). Sewaktu masuk menuju ke Yerusalem, Yesus tidak memakai jubah perang. Keledainya juga hanya dialasi dengan pakaian salah satu murid-Nya (7).
Tentu kedatangan-Nya ke Yerusalem bukan untuk mengobarkan semangat kebangsaan orang Yahudi berperang melawan penjajahan bangsa Romawi. Yesus datang dengan bendera cinta kasih dan kedamaian. Walaupun Dia adalah Juruselamat dunia, tetapi tujuan dan fokus hidup-Nya tidak pernah bergeser dari kehendak dan rencana Bapa Surgawi. Dia datang untuk menyelamatkan orang berdosa dengan cara memberikan dirinya mati di kayu salib.
Tetapi apa yang terjadi adalah salah tafsiran. Penduduk Yerusalem menyanjung tinggi Yesus sebagai Sang Pembebas bangsa Yahudi dengan cara menghamparkan pakaian mereka dan menyebarkan ranting-ranting hijau (8). Seruan mereka memperlihatkan antusiasme bahawa raja bangsa Yahudi telah datang dan akan melepaskan mereka dari belenggu penjajahan serta mengembalikan kejayaan Daud di masa lampau (9-10). Mereka lupa bahawa konsep kerajaan yang diusung Yesus adalah kerajaan yang bersifat rohaniah.
Perang yang diserukan Yesus bukan bersifat politik, melainkan bersifat rohani melawan penguasa angkasa, para penghulu dan roh-roh jahat. Memerangi kuasa si jahat sama maksudnya menghadirkan kerajaan Allah di bumi. Tuhan memberkati!

Salah tafsir adalah hal yang sering dilakukan manusia. Ini disebabkan oleh informasi yang diterima kurang lengkap sumber informasi tidqk jelas. Semoga Yesus yang lahir menjadi sumber informasi bagi kita agar tidak salah tafsir.
BalasPadam